Alwindara : Menjadi seorang penulis dengan ADHD rasanya tuh seperti menolak tua
Menjadi ADHD dewasa rasanya seperti menjadi remaja dalam keabadian. Usiamu terus bertambah, tetapi jiwa mudamu selalu bergairah. Seperti apa rasanya jadi "hiperaktif"?
Kurang lebih, rasanya seperti lirik lagu Green Day berjudul X-Kid.
Hey, little kid
Did you wake up late one day and
You're not so young, but you're still dumb
And you're numb to your old glory but now it's gone
I fell in love, but it didn't catch your fall
Then I crashed, into a wall
Then I fell to pieces on the floor
Now you're sick to death
Billie Joe Armstrong adalah musisi yang mengidap ADHD yang telah melalui banyak terapi semasa hidupnya. Sesosok lelaki rock n roll yang jadi panutan Alwindara di kala muda. Seringkali Billie bermasalah dengan sikap hyperaktifnya. Mulai dari manggung sambil mabuk ngehina Justin Bieber, hingga ngatain Donald Trump anggota Illuminati. Namun, di balik itu semua, Billie adalah seorang musisi punk kelas dunia. Billie dengan band Green Day adalah panutan generasi rock n roll yang hidup di era 90an.
Karena ADHD, Masa muda mu, semuanya terasa berantakan, entah karier, cinta, atau pergaulan. Bukan karena tingkahmu yang begundal, tetapi karena engkau adalah seorang tupai yang meloncat dari satu dahan ke dahan lainnya. Terus melompat walau terjatuh, tersungkur, dan berdarah. Dengan energi yang tak terbatas, engkau kadang lupa bahwasannya waktumu terbatas.
Di usia ke dua puluh delapan, kulihat satu persatu kawanku yang telah menata masa depannya. Ada yang punya keluarga kecil yang berbahagia, lulus dari jeratan skripsi, bertemu jodohnya, dan menjadi orang yang mapan. Here we go again, di sini kita menjadi lelaki setengah dewasa dengan mimpi-mimpinya yang transparan.
Waktu muda, umur belasan saya pernah berpikir random. Ingin jadi punk sejati ala Derick Whibleym Cabut dari rumah, pergi ke jalan, jadi gelandangan dan hidup dengan musik dan rock n roll. Melinting ganja di jalan, merasakan dunia yang penuh kebebasan. Tapi gak jadi, karena kulihat waktu itu ibu saya sedang merenung sendiri, sambil ngitung duit recehan. Kepingan-kepingan logam, dari kucuran keringat kesabarannya.
Hari itu kutatap matanya dengan sendu.Dengan tenang ku berjalan kearahnya lalu kudoakan dia, "Mah, saya doakan supaya cepat kaya. Eh, kudengar kemarin sepupu kita naik haji. Sudah sah jadi Arabnya."
Mamahanda nyeletuk, "Supaya Mamah cepat naik haji yah?"
"Bukan. Supaya bisa beli ganja."
"Eh, kamu mah." Dan, sepertinya saya pun ditendang dari rumah. Satu jam, soalnya laper, diluar indomienya mahal.
*****
Adhd itu rentan, terutama yang kismin. Mereka yang terlalu gila akan melakukan berbagai cara tuk menggapai mimpinya yang tidak jelas. Mulai dari sell your soul to the devil, melanggar norma dan moralitas, atau hancur berkeping-keping menerima realita. Untungnya, terlahir dari keluarga ulama yang strict mencegah itu semua. Terkesan jaga image, demi menekan urat malu yang bisa tumpah kapan saja.
Seorang ADD dewasa sangat membutuhkan ketenangan dalam hidupnya, tetapi prilakunya malah meracaukannya. Teramat sulit diatur. Bahkan, aku pernah mengacungkan jari tengah pada kuntilanak—betulan— yang menggangguku.
Ada sebuah moment yang sedikit merubah pemikiran saya. Kala itu saya sedang belibur ke alun-alun kota Tasikmalaya, lalu bertemu teman saya Joni yag kisahnya sempat kutulis di buku Anak-anak Surya. Suatu hari saya sedang boncengan dengan kawan saya, dan temanku Johnny nyeletuk. "Den, lo tahu teman SMP kita si Iwan Gotong?
" Kunaon emangnya?"
"Dia meninggal dunia karena kebanyakan mabok."
Hell yeah, seandainya aku terjebak di lingkungan yang buruk, mungkin akan berakhir dengan sex, drugs, dan violence. Namun, sebagai seorang old soul yang terjebak dilingkungan yang strict yang membuat saya jadi berandal saleh yang fokus terhadap seni. Entah menulis, melukis atau membuat konten secara random. ADD dewasa adalah orang yang mengutamakan aksi, jarang berpikir konsekuensi.
Introvert terdengar seperti pendiam, tetapi mereka dengan ADHD, khususnya tipe hyperaltif, takkan pernah berdiam walau sedetik saja. Misalnya, lima menit yang lalu saya sedang skrip film, sepuluh menit kemudian saya sedang menulis sebuah novel rock n roll sambil mendengarkan musik Green Day yang cadas, dan satu jam kemudian kamu sedang bermain game PUBG bersama kawan-kawan maya mu.
Sudah seperti martabak, kurasa ADHD yang kualami adalah tipe kombinasi. Di luar terlihat seperti pendiam intelektual, tetapi aslinya adalah berandal urakan yang tak bisa diam, tak fokus, dan kesulitan menyelesaikan pekerjaan. Mudah sekali terdistrasi entah oleh Playstation, gadis secantik Tatjana Saphira , atau sebatang stick Pocky rasa green tea.
ADD dewasa selalu merubah rencana karena sifatnya yang implusif. Contohnya, kisah cinta Raden di novel Aku Cinta Dan Bandung yang bercabang antara Shella, Lara, dan Dora. Terjadi bukan karena aku seorang fakboi atau terlalu tampan. Namun, karena tak tahu apa yang jiwaku benar-benar butuhkan.
"Sebenarnya saya mau jadi apa?" Mau jadi musisi kah seperti Billie Joe Amatrong, penulis jenaka kah seperti Raditya Dika atau perencana cerita seperti Stephen Spielberg. Rasanya seperti anjing yang berputar-putar mengejar ekornya sendiri. Seekor anjing cihua-hua, tanpa privilage yang berharap bisa menjadi Pitbul besar yang mendarat di Mars.
Kurasa Ibuku, salah satu ibu terbaik di dunia, tetapi aku adalah berandal yang sering melukai hatinya dengan kata-kata tajamnya. Dia selalu membangunkanku untuk ibadah, menyiapkan semangkuk nasi hangat, dan melakukan segalanya demi anak anak berandal nya bisa makan. Generasi berandal dengan lazy bones nya, sulit mengekspresikan perasaannya.
I don't want your sympathy
I don't want your honesty
I just wanna get some peace of mind
It's only in my head
As I roll over and play dead
I don't want to hear about it
I don't want to scream about it
I don't want to hear it anymore
Perasaan dan tindakan mereka (ADHD dewasa) terkadang bentrok. Mereka ingin dihargai, tetapi kesulitan menghargai. Semuanya yang baik-baik saja, terkadang harus berujung "maaf" karena engkau kesulitan mengontrol emosimu. Meledak-ledak seperti petasan di tahun baru.
Mereka terlihat apatis, tetapi sebenarnya hanya kurang romantis dalam mengapresiasi. Ketika mereka bisa melakukannya, itu bukan karena mengerti perasaanmu. Namun, karena kamu pantas mendapatkannya. Kamu telah menjadi malaikat pelindung bagi Ksatria motah tanpa lelah yang kadang membuat hidup indahmu berantakan.
Seorang hiperaktif harus punya support yang efektif. Kita gak suka otoritas, dan benci dengan perintah. Mereka harus melakukan sesuatu karena mereka ingin melakukannya, bukan karena dipaksa melakukannya. Treat him like your own child because sometimes they looks immature, but so wise inside.
Sekarang, aku masih merangkai mimpi-mimpiku menjadi seniman terkenal, supaya bisa mengelilingi dunia bersama keluarga kecilku. Bersama anak, istri, ibu dan saudara kecilku kelak. Itupun, jika ada wanita cantik yang cukup "waras" melihat kekuranganku.
Mungkin aku terlihat pendiam, tetapi aku tak akan diam saja bila nasib dan kata-kata pada tetangga menginjak harkat orang tua. Kelak, aku akan menjadi seorang berpengaruh besar di dunia, dan tulisan ini adalah saksinya.
Jadikanlah kelemahanmu, sebuah kekuatan untuk menaklukkan duniamu yang jemu. Lukis hidupmu dengan perbanyak aksi, dan atraksi. Jangan biarkan gangguan mentalmu sebuah alasan untuk berekspresi total.
Komentar
Posting Komentar