Cantik Itu Mahal, Tetapi Ini Yang Lebih Penting : Kesehatan Mental
Wanita adalah mahluk yang rela tersiksa demi sebuah kecantikan. Dan quotes najwashihab ini cukup meneduhkan.
Terkadang, seorang istri ada di zona lelah, terutama ibu rumah tangga. Menunggu sendirian di rumah, direpotkan anak kecilnya yang terkadang tantrum, dan menikmati jenuh dengan sinetron soap opera kesayangannya. Dan, ketika pulang, disiapkan makanan yang lezat, suamimu berkata, "Yang, kamu gendutan, diet napa biar kaya janda, tetangga sebelah."
Dan, kamu pun menjadi pejuang lemak. Berlari berkilo-kilo sampai napas ngap-ngapan, membeli skincare berjuta-juta, demi mengasrikan wajahmu. Kau pun semakin elok, ternyata suamimu tetap selingkuh dengan sang janda.
Sang suami berkata, "Kamu tuh sudah enggak secantik dulu. Berubah."
Dipengadilan, kamu pun memuntahkan kesedihanmu. Engkau takkan pernah menjadi indah, di mata lelaki yang sudah terjajah matanya, tertutup hatinya.
Ternyata yang berubah adalah jiwamu. Engkau terlalu sibuk merawat kulit, tidak dengan perasaannya. Tidur yang nyenyak, tak saling mendekap, seringkali terpisah oleh jarak. Kamu oleh anak, dan suamimu oleh tetangga yang konak.
Jangan sampai itu terjadi.
Ketika kau merawat dirimu, pastikan jiwamu turut terawat juga. Hakekatnya, engkau berdandan bukan untuk bersaing dengan tetanggamu, dan mempertahankan kekasihmu semata. Tujuan utamanya adalah kebersihan dan kerapian. Karena kata plang di sekolah: kebersihan itu sebagian dari Iman. Dan kepercayaan terkuat seorang lelaki ada di "kecantikan" istrinya.
#Cantik itu mahal, tetapi yang lebih mahal adalah kesehatan mentalmu, moralitas, dan pengetahuan-pengetahuanmu . Jadilah indah, bukan karena tersiksa, tetapi karena itu caramu menunjukan citramu. Kita gak bisa menggenggam dunia, jadilah indah untuk dirimu sendiri. Perihal pengakuan, biarlah itu jadi bonus saja.
Komentar
Posting Komentar