Mengapa tarif seorang selebgram lebih mahal daripada tiktoker? ini dia jawabannya!
Jawabannya cukup kompleks. Izinkan selebgram sejuta dolar* menjawab pertanyaan ini berdasarkan sudut pandang seorang bapak-bapak yang kalau diendorse, cuma ditukar sama beras raskin. Sok, mana yang lebih worth it, apakah seorang selebgram atau Tiktoker?
Jadi gini jawabannya:
Benarkah influencer Instagram memiliki tarif lebih mahal daripada Tiktoker?
Jawabannya adalah relatif. Terutama seorang content Creator amfibi yang hidup di dua alam.
Sebelum ngomongin tarif kita Saya mau ngasih tahu dulu jenis-jenis konten kreator.
- Mega influencer. Contohnya dalam kategori penulisan adalah Fiersa Besari, sosok yang memiliki follower di atas 1 juta. Mega influencer diisi oleh tokoh-tokoh terkenal seperti politikus, olahragawan penulis terkenal dan juga para artis.
- Macro influencer. Biasanya kategori ini didominasi oleh ukhti ukhti cantik dan abang-abang good looking yang doyan sekali selfie, kamu masuk kategori ini bila memiliki follower sekitar 40.000 sampai 1 juta follower.
- Micro influencer biasanya diisi oleh para calon selebgram pemula, mbak-mbak sok cantik ataupun penulis Gabut seperti saya. Kamu masuk kategori ini Apabila memiliki follower minimal 1000.
- Nano influencer bisa dibilang "ahlinya para ahli" dan mereka bukan tipikal orang yang selfie setiap hari di Instagram. Biasanya, mereka punya keahlian tertentu di bidangnya contohnya saja seorang progrer handal, editor ataupun penulis profesional generasi Boomer.
Mengapa banyak orang yang berpikiran bahwasanya tarif selebgram lebih mahal dari Tiktoker? Mungkin ini beberapa alasannya:
- Mengumpulkan jumlah follower di Instagram yang "mulai sepi" jauh lebih sulit daripada mengumpulkan follower Tik Tok. Yang mana orang random saja bisa dapat 10k follower dengan mudah asal rajin update.
- Variasi. Di Instagram kita bisa lebih bervariasi untuk melakukan endorsement entah bisa dengan membuat "meme" di postingan, membuat video testimoni di Instagram reals atau dengan memposting short story secara singkat. Bahkan, kalau tarifnya sangatlah mahal maka kita bisa mempromosikan dagangan dengan cara melakukan "live streaming".
- Followers Instagram biasanya jauh lebih "aktif" daripada follower tiktok yang bersifat pasif, hanya scroll-scrol doang dan jarang "DM". Beda dengan Instagram yang didesain supaya bisa digunakan secara komunikatif dan dua arah.
- Biasanya selain mengunggah video seorang tiktoker akan mengandalkan fitur live streaming "untuk mendongkrak barang-barang endorse nya.
- Faktanya, tarif selebgram atau tiktoker itu tergantung konten kreator yang kamu endorse itu sendiri, bukan dari "title" yang mereka dapatkan. Apalagi jika orang yang kamu endorse itu adalah seorang content Creator amfibi. Bisa hidup di Instagram, YouTube, Tik Tok ataupun di hatimu.
Hal apa saja sih yang mempengaruhi "harga" sebuah endorsement pada Influencer?
- Biasanya para selebgram menjual harganya berdasarkan "Inside" miliknya Tetapi ada juga yang percaya diri seperti Corbuzier yang menjual"dirinya" tanpa perlu melihat insight.
- Pengaruh dari bidang yang mereka geluti. Misalnya saja walaupun follower tanboy Kun lebih sedikit dari Tasyi, tetapi belum tentu harga tanboy jauh lebih murah daripadanya. Karena sosok tanboy Kun telah membangun brand image-nya dengan begitu kuat, sehingga mereka berani bayar berapa pun.
- Harga teman. Biasanya dalam dunia influencer adalah harga teman tetapi hindarilah teman-teman kampret yang seringkali minta gratisan, lalu terlupakan ketika sudah sukses.
- Selain dilihat dari siapa yang di Endorse , tarif pasang endorsement juga dilihat dari siapa yang meng-endorse. Karena tarif perusahaan besar, usaha mikro dan juga pribadi itu beda. Contohnya saja sepupu saya mendapatkan uang satu juta rupiah dan produk Scarlet, padahal pahlawannya Masih sekitar 10k. Namun, bila saya yang mengendorse dia dikasih sendal jepit plus pisang goreng, itu udah jadi.
Harga seorang influencer itu tidak transparan beda seperti harga saham ataupun harga cilok yang sering saya makan dan bikin saya mencret.
Yang lebih harus kamu perhatikan ketika melakukan endorse adalah kamu tahu siapa "target market" dan juga siapa influencer yang kamu tuju. Karena sekarang di Instagram pun banyak akun "repost" yang follow-nya sejutaan, tetapi diikuti oleh banyak Autobot dan Optimus Prime sangean yang nggak ngerti apa-apa. Jadi pastikan kredibilitas influencer yang kamu sewa itu "sesuai dengan apa yang kamu butuhkan".
Yah, Sekian dan terima kasih. Apabila kamu ada pengalaman mengendorse ataupun ada hal yang ingin ditanyakan silakan tinggalkan komentar.
Komentar
Posting Komentar