Romantis! Inikah Wasiat Seorang Ayah dalam bentuk lagu, sebelum beliau meninggal dunia.
Sebenarnya ini lebih terlihat wasiat, daripada sekadar nasehat. Dan kurasa cukup ngena, buat kamu yang beragama.
Aslinya, ini wasiat kakekku Aki Bustom, untuk Bapak dan anak-anaknya. Setelah ayahnya meninggal, Bapak membuat lirik lagu tuk mengenang kematian ayahnya. Namun, karena seumur hidup nasibnya seperti Van Gogh dalam dunia seni (tak dikenal saat hidup) karyanya gak ada yang dikenal dunia.
Ironi. Sebuah lirik yang lagunya bahkan tak pernah kudengar satu kali pun, pas kecil bapakpergi tanpa sepatah kata, meninggalkanku saat kuterlelap. Bundaku pernah berkata, “Dulu, Bapakmu pernah berkata ‘nanti kalo anak-anakku udah besar. Bakalan Bapak ajarin gitar, melukis, dan segala hal yang Bapak bisa supaya mereka jadi orang-orang sukses.’”
Ironinya, dia wafat karena candunya : rokok.
Beginilah nasehatnya dalam lirik lagu.
Wasiat Bapak
By : Uu Subhan
Regepkeun Wasiat Apa
Kumaraneh sararea
Tinangtu aya buahna
Pikeun ngumbara di dunya
(Ingatlah wasiat Bapak
Oleh kalian semua
Semua ada buahnya
Untuk kehidupan di dunia)
Anaking Pujaning apa
Tong poho kana agama
Lakonan saparantina
Sangkan salamet akhirna.
(Anak-anak kesayanganku
Jangan lupa dengan agama
Lakukan semestinya
Supaya selamat dunia-akherat)
Duh gusti robbil izati
Mugi kersa nangtayungan
Kapun anak sadayana
Nudikantun salamina.
(Ya Tuhan, robbil izati
semoga bisa melindungi
semua anak-anaku
yang kutinggalkan selamanya)
Apa minta dihampura.
Kumaraneh sararea.
Geus cunduk kana waktuna.
Di pundut kana kawasa
( Maafkanlah Bapakmu nak
Pada kalian semua
Ini sudah waktu
Dipanggil sang pencipta)
Begitulah wasiat Bapak untukku. Dia tak berharap, anaknya jadi orang kaya, orang sukses,seperti bangsawan pada hakekatnya. Mimpinya begitu sederhana : dia ingin anak-anak selalu ingat dengan TuhanNya : Allah SWT. Terlihat sederhana, tapi begitu sukar di zaman yang penuh gemerlap dunia.
Komentar
Posting Komentar