Suka duka menjadi seorang anak Indigo dengan empath yang tinggi

Selamat datang di segment #Kitabercerita episode pertama: dilema menjadi seorang Indigo yang empath.

Seandainya, saya pergi ke psikiater, bila psikiaternya tak paham maka dia akan mendiagnosa saya dengan bipolar disorder. Karena, saya bisa mengalami moodswing yang ekstrim, dan energi tanpa batas. Seperti kata lagu Therapy dari All Time Low.

Give me a therapy, I'm a walking travesty
But I'm smiling at everything
Therapy, you were never a friend to me
And you can keep all your misery

Kapan saja moodswing itu terjadi pada para nila? Biasanya terjadi saat ada turbelensi energi yang sangat besar. Misalnya :

  • Kehadiran mahluk bercitra negatif.
  • Kematian orang disekitar, radius tertentu. Saat saya tiba-tiba merasa sakit hati tak karuan, "Wah, tetangga gue diselingkuhin ni." Namun, saat ada kesedihan mendalam dan dadakan, "Oh, pantes di depan ada yang tahlilan. Cenat-cenut rasanya."
  • Kegagalan terbesar dalam hidupnya
  • Smell of evil, mencium aroma orang jahat.
  • Hewan yang tersakiti. Walau semut kecil sekalipun.
  • Ada orang insta story, dan ngetweet, "Gue mau mati aja. Capek hidup."
  • Saat mendengar lagu galau, dan penyanyinya menghayati.

Ketika ada gadis yang terluka hatinya, dan jaraknya hanya sejangkal. Duduk bersama ditemani dua mangkuk Indomie goreng, dia memuntahkan masalah-masalahnya tepat dimukaku, menjadikan samsak perasaannya. Dan mereka menangis dan mulai bertanya, "Gue harus ngapain, ya?"

Selayaknya penjahat tanpa rasa saya hanya bisa menjawab, "Ya, jangan sedih lah. Lanjutin hidupmu." Tersenyum melengking, memasang wajah pucat seperti orang setahun gak berak. Berlawan dengan empath yang menangis tersedu, aku yang jenuh, tak merindukan kepedihan, lebih baik mengacuhkan.

"Kamu mah gak peka, ya." Dia beranjak dari kursi, meninggalkanku yang bergeming. Ss Instastory, "Gak ada yang ngertiin gue di dunia ini :)"Dan jadilah dunia memanggilku, ganteng-ganteng Serigala. Dingin, keji, dan penyendiri.

Seperti apa melodi luka itu?

Selama satu jam bersamanya, luka-luka masa lalunya, seperti dihantam kan keras pada seluruh tubuhku. Seperti Zoro yang menanggung luka pertempuran Luffy melawan penjahat terkeji. Luka kesedihannya meninju wajahmu, amarahnya memecut keras punggung lebarmu , dan trauma masa lalunya mencekik lehernya. Dan apabila ada kebohongan, itu akan menggelitik tubuhmu pelan-pelan.

Jadi, bila ada seorang random di Internet bercerita, maka saya cuma menjawab, "How much you paid?"

Karena, luka-luka kesedihanmu yang berkunjung pada rumah kurusku dengan segudang permasalahannya, tak sebanding walau ditukar dengan selembar merah, dan sepuluh kepingan emas sekalipun.

Kira-kira begitulah, kisah indigo dengan empathnya.

 

Lalu bagaimana caranya kita menjadi seorang avatar yang mengendalikan ruang perasaan kita sendiri? 

Inilah jawabannya. 

  • Berani berkata “Tidak” saat dimintai curhat, apalagi orang yang gak kenal-kenal amat. Kamu harus mengutamakan perasaanmu, walau sukar.

 

  • Meditasi dan ibadah. Let your Mind flow. Apabila kamu seorang muslim perbanyaklah sholawat, dan beristigfar, saat hatiku sedang gemetar.

 

  • Jika kamu ada socmed, bertemanlah dengan mereka yang positif, membuatmu yang kecil seperti tempurung, menjadi manusia agung yang mengerti betapa besarnya dunia ini.

 

  • Mandi air garam, especially garam laut, dan kalo punya aroma therapy cukup nyalan, dan nikmati aroma kesegarannya. Biarkan masuk, menyelami tubuhmu, dan menyapu pelan-pelan kontaminasi energi yang menyiksamu.

 

  • Kamu bukan sekadar samsak perasaan, kamu harus punya minimal satu orang yang bisa kamu buat “sparring”menerima pukulan-pukulan kesedihanmu.  Karena pada dasarnya, setiap orang butuh bahu tuk bersandar, dan kawan yang sadar.

 

  • Mendengarkan musik klasik, Binalural beats yang mengandung pesan bawah sadar untuk menghapus kesedihan.

 

  • Liburan, healing, remas sejenak bongkahan stressmu dan simpan di TPS, kamu liburan, gak harus mahal, asal nyaman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alwindara : Menjadi seorang penulis dengan ADHD rasanya tuh seperti menolak tua

Burnout: Ketika Jiwamu sudah telalu lelah dan jenuh dengan pekerjaan

Suka Duka Menjadi Manusia yang kurang Good looking by Alwindara