Tips mencari Jodoh ala Alwindara: Carilah yang enak, jodoh itu nikmat

Buat saya, saya suka dengan pasangan yang "Enak" Jodoh adalah pantualan cermin yang terbalik. Jadi, seandainya saya punya jodoh, maka sosok yang tepat bagi cowok gak bisa diam, rada jamet, dan pecicilan adalah cewek pendiam yang pengertian dan membuat saya merasa tenang.

Seenggaknya kalo saya marah, ngeluarin Kyubi, dia bakal tetap ada, dan berjuang untuk menjinakkan. Tahu kapan harus tenang, bergelombang, dan pasang. Avatar, bagi emosinya sendiri. Seperti pantulan bayangmu yang dapat saling mengandalkan. Dan mendayung bersama, di saat perahu kecil kita bergerak dengan lambat.

Dalam asmara, nyari jodoh yang tepat itu udah kayak nyari One Piece. Misterius. Kadang nemu cewek yang udah cocok, dianya malah insekyur, "Kamu lebih sukses dari saya" "Kamu banyak fans/teman ceweknya" "Kamu jamet Quora ah…"

Selalu ada banyak alasan tuk menolak, tetapi hanya satu alasan buat menerima : nyaman. Sesosok cewek yang bilang, "Kamu buatku nyaman, walau mukamu gak seganteng Leonardo Dicaprio." Atau bilang, "Kamu gak seganteng Squidward, secerdas Sandy Cheeks, seberotot Larry, tapi seenggaknya gak sebego Patrick. Dan gak sepelit Mr. Krabs."

Mau secantik Chelsea Islan, seseksi Tante Ernie, atau selucu Arafah Rianti pun, gak ada artinya bila cewek itu enggak bisa membuat kita nyaman dan aman. Seenggaknya, seorang cewek yang gak perlu membuat saya merasa seperti kotoran yang bersinar di saat bersanding dengannya.Cukup dirinyalah yang menganggap saya berlian yang menyinari hatinya.

Saya bukan tipe yang ngejar-ngejar cewek, tetapi kebalikannya, dikejar-kejar cewek. Dikejar-kejar doang, jadian mah 😝 enggan. Entah jadi tempat "nyampah" abg curhat, minta diramal ala Mbah Mijan, atau jadi badut yang ngehibur mereka saat hari-hari kelamnya. Dan, kurasa saya gak akan cocok jadi pasangan yang melihatku sebagai badut jenaka. Namun, senang dengan wanita sederhana yang menilai lelaki terluka yang pandai bersuka cita.

Seperti melody Tulus, saya adalah raja bajak laut yang haus akan petualangan, pencapaian, ingin menjadi jagoan, dan tak ingin dicintai apa adanya. Jangan cintai aku apa adanya, jangan. Tuntutlah sesuatu , biar kita jalan ke depan. Menikah bukan saling menuntut, tapi saling menuntun; menggenggam tuk menghangatkan, bukan mencengkram tuk melukai. Tumbuh untuk glow up bareng-bareng.

Ada yang bilang carilah jodoh yang setara dan sinergi. Entah kecantikannya, rasnya, financialnya, intelektualitasnya atau perilakunya. Sehingga kita bisa melukis satu sama lain, merubah monokrom kehidupan menjadi colorful. Minimal, satu ajaran. Mungkin, hal itu harus diperhatikan. Sebesar apapaun sukaku pada suatu gadis , cintaku pada Tuhan itu yang utama bila dibanding perasaanku sendiri.

Bukan tipikal cewek Disney yang hanya ingin dimanjakan, tetapi pandai memanjakan. Banyak dari kita yang suka wanita kuat seperti Wonder Woman dalam mengarungi bahtera rumah tangga, dan ibu yang penyabar untuk anak-anaknya. Tapi, lebih memilih mereka yang realistis. Enggak ada cewek sempurna, dan benar-benar 100% match, tetapi seenggaknya segelintir wanita pandai yang bisa buat 99.99℅ nyaman bersamanya. Yang gak banyak cingcong, dan nerima kamu karena kepribadianmu, bukan penampilanmu semata.

Cukup wanita indah yang intelektual, spiritual dan mutual. Bukan gadis yang menganggapku Ksatria berkuda putihnya, pujangga yang merayunya, penjara batin atau anjing peliharaannya. Seorang wanita yang membuatku tetap merasa jadi manusia, di kala dunia memperlakukanmu seperti bintang atau binatang. Sebuah rumah untuk pulang, walau kadang kerjaan buat kita berkunang-kunang, tetapi dialah alasan kita untuk tetap senang, dan tenang.

Anjay, slebew.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alwindara : Menjadi seorang penulis dengan ADHD rasanya tuh seperti menolak tua

Burnout: Ketika Jiwamu sudah telalu lelah dan jenuh dengan pekerjaan

Suka Duka Menjadi Manusia yang kurang Good looking by Alwindara