1001 hal yang membuat wanita terlihat tangguh
Simak, buat kalian yang mau ke jenjang lebih serius
Sebagai pasangan absurd, banyak sekali topik yang ingin kita bicarakan.
Rencana hidupnya
Seperti Batman, Aku adalah laki-laki yang penuh dengan rencana, Aku punya rencana untuk hari ini, esok lusa, satu tahun yang akan datang, hingga ketika aku meninggal nanti. Kutulis, garis besarnya di dalam otakku yang tak lebih besar daripada egoku ini. Seperti seorang Filsuf, aku adalah laki-laki yang selalu mencari misteri kehidupan. Contohnya, " Duluan mana antara nafsu dan kasih sayang?"
Aku lebih mementingkan "intelektualitas" daripada sekedar kecantikan, walaupun keduanya sangatlah penting. Karena itu kupastikan jalan dan pola pikir, pasanganku itu tidak selemot seperti Patrick Star. Namun, cerdas seperti Gary si siput yang terencana. Mungkin, Sisi Patrick yang boleh ada pada dirinya adalah "kesetiaan" dan juga menjadi teman hidup yang asik untuk diriku. Sesosok pasangan yang bisa menjadi ibu, istri, dan sahabat di waktu bersamaan.
Dari mana kita bisa tahu rencana kita "sejalan"? Kamu bisa melihat background pendidikan, keluarga, lingkungan, filosofi hidup, mimpi-mimpinya, dan bagaimana cara dia mencintai dirinya sendiri. Kalau saya sih gampang tinggal "apa anime favoritmu?” kalau anime favoritnya adalah Yuri, waduh.. Lanjut enggak, ya.
Sexuality.
Sexuality di sini, bukan tentang "Neng, Pap Tetenya, dong." ”Duh, tulung, Aa lagi pengen." "Neng, terong Aa udah mateng nih, tegang kayak Sutet." Sebagai mahluk intelektual, kita merasa geli, dengan hal seperti itu. Apalagi, kalo memintanya terang—terangan dan statusnya masih pacaran. Kalo sudah nikah, paling jawab, "Tunggu, Aa nyari The Flash dulu, biar cepat kesana."
Jujur, kita sering kali ngomongin soal hal ini, dan terbuka. Tapi, lebih sering ngebahas dari sisi kesehatan dan psikologi.
Bagi saya, cewek yang memancing saya untuk VCS, adalah red flag terbesar bagiku. Big no.
Financial/Keuangan.
Aku sangat suka dengan gadis yang sederhana, tetapi enggak buluk-buluk amat. Kita seringkali bicara tentang money management. Dan jujur, dia adalah cewek yang luar biasa, soal hal itu. Apalagi, setelah hidup kita di geprek karena Covid-19.
Green flag saya itu, cewek yang make up nya enggak ribet, bisa seru walau diajak di warteg, dan punya rencana yang matang tentang masa depannya. She is simple girl, ingin punya rumah dengan pemandangan desa ala Harvestmoon, menjadi kaya raya dan terlihat bersahaja, dan mengutamakan kebutuhan, daripada keinginan.
"Sayang, kamu makannya apa?"
"Kasih aku kasih sayangmu aja sayang, aku sudah kenyang."
Nah, kalau ceweknya tipikal yang kayak gitu lebih baik dijadikan One Night stand aja deh. 😆 , karena Aku menyukai wanita yang sangat "jelas" dan tahu apa yang dia mau.
Kehidupan rumah tangga.
Sebagai Arab, seringkali kubertanya, "Kamu, keturunan siapa aja?" Memastikan, dia berasal dari background keluarga baik-baik. Ternyata, dia berasal dari keluarga dengan background pendidikan yang kuat, mirip denganku, hanya saja lebih islami. Itu sebuah green flag, bagiku.
Perhatikan baik-baik Bagaimana cara dia "berdamai dengan masa lalu" dan bagaimana cara dia "mengontrol emosi" ketika dia sedang marah, hal ini berguna untuk menghindari kekerasan dalam rumah tangga.
Ya, kehidupan keluarga. Misalnya tentang: kamu mau jadi ibu rumah tangga atau wanita karier?
Mau punya anak berapa?
Kalo aku poligami, dimaafin gak?
Apa aja redflag, dalam pernikahan?
Kamu mau aku apain aja?
Eh, kita pelihara ubur ubur, yuks?
Aku adalah penganut paham monogami, dan dia tipikal cewek terbuka, yang lebih baik merelakan poligami daripada selingkuh. Dengan catatan "Kamu harus mapan. Harus dari keluarga susah, boleh janda atau perawan, Asalkan niat kamu adalah untuk menolongnya." Wow, peri baik hati sekali wanita ini. Mudah-mudahan kelak Anya geraldin jadi orang yang susah. Canda 🤣.
Terlihat sepele tapi hal-hal seperti "perselingkuhan" dan juga"poligami" sebaiknya dibicarakan sebelum proses hubungan yang lebih serius, upaya menghindari kekecewaan di masa depan.
Dalam rumah tangga, dia orang yang sangat detail oriented, sedangkan saya adalah yang melihat garis besar dalam suatu perkara. Visioner yang idealis.
Kita juga seringkali belajar tentang kehidupan rumah tangga dari kisah-kisah orang lain, misal dari keluarga sepupuku, ataupun kisah orang tua kita masing-masing. Kita belajar bagaimana cara untuk buat rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warohmah.
Kesetaraan gender.
Ya, sebagai laki-laki yang gak maskulin-maskulin amat, sering kali kita ngebahas hal ini. Misalnya, tentang sifat dasar laki-laki yang sangean. Dia sangat turnoff dengan laki laki fakboi yang hornian, dan begitu pun aku yang geli dengan cewek murahan. Kalau sedikit nackal, boleh la.
Kita sering kali ngebahas tentang patriarki, sifatku yang agak sok "feminis" karena PTSD. Misalnya, saja perihal pacaran, seringkali kuyakinkan. "Tenang saja, aku ini Sang Elang, bukan buaya rawa, apalagi teri. Aku takkan menyentuhmu, kecuali memilikimu seutuhnya, dan… pipi menggemaskan itu."
Kita juga sering ngebahas, bagaimana bila "cewek "lebih mapan secara finansial ketika cowoknya masih "berjuang" . Untungnya, aku adalah orang yang terbuka dalam hal ini, selalu merasa tertantang dan ingin menjadi lelaki yang lebih baik untuknya. Kujawab saja, "Yang terpenting bukan siapa yang paling kaya di antara kita, tetapi apa yang kita hasilkan untuk menolong orang-orang yang ada di sekitar kita. Termasuk, diri kita sendiri."
Mantan, dan kisah masa lalu.
Yang terpenting dalam sebuah hubungan adalah ketika kita bisa berdamai dengan masa lalu, fokus dengan masa sekarang dan merencanakan masa depan dengan matang.
Aku sangat terbuka soal ini, dan selalu ingin tahu, siapa saja mantannya, apa pengalaman traumatis nya, dan bagaimana dia menyikapi kenangan terburuknya. Dia pun, sering dengar kisah cinta saya yang sadboy pas SMK. Salah satunya tentang buku yang kutulis di Wattpad di sini . Dia sangat terbuka dengan kisahku tentang Shella, Lara, dan Dora.
Dari pengalaman pengalaman masa lalunya, aku yang pernah tersakiti, belajar sejuta cara terampuh, tentang cara melindunginya.
Filosofi kehidupan
Ya, bisa jadi tentang pandangan hidup, tokoh yang berpengaruh, dan juga tentang ajaran yang dia paham. Jujur, terdapat opposite atraction dengan hal ini. Karena saya tipikal yang spiritual, dan sufisme, sedangkan dia, relijius dan salafi. Namun, karena saya terbiasa open mind, jadi terbuka sekiranya, apa yang dia katakan, masuk akal bagi kehidupanku. Dan, karena aku adalah lelaki maka akulah yang memegang kendali seperti Monkey D Luffy.
Sebagai "Anak gembala" aku senang menggembalakan rasaku, dan belajar banyak hal baru lalu memiliki "perspektif yang baru" memiliki cewek dengan pemikiran yang open mind, tetapi tahu batasan, adalah cara terbaik supaya aku tetap berada di jalan yang tepat.
Pengetahuan dunia dan Hal Absurd
Kadang aku bertanya "putri duyung cara beranaknya bertelur atau melahirkan ya?"
Atau, " kalau domba bertelur nanti telurnya rasa apa ya Apa enak seperti Chacha? Eh, telur cicak itu enak nggak sih? Kan warna-warna gitu."
Ya, kita adalah geeks. Suka bicara tentang hal hal misterius kayak kisah Mahabharata, misteri konspirasi,alien, pasti life dan belajar banyak hal yang baru. Rasanya, topik kayak ini jauh lebih nikmat daripada julidin teman teman kerja yang sok asyik.
Aku kadang ngomongin tentang filosofi One Piece, psikologi anime, dan makna-makna dari film yang kita tonton. Contohnya film Hustle, di Netflix yang ngajarin kita untuk menjadi orang yang lebih bodo amat dengan orang-orang yang membenci kita, fokus menjadi lebih baik dan terus grow up.
Red flag, dan green flag
Ya, kita ngomongin semuanya secara tumpah tumpah. Blak blakan, apa aja hal yang kamu sukai, dan tidak kamu sukai. Aku bagaikan tokoh Harvestmoon yang suka mempelajari hal-hal yang calon pasanganku sukai. Pelajari karakternya mendalam. Misalnya, apa makanan favoritnya, anime favoritnya, makanan yang dia benci, hari favoritnya, dan bagaimana cara dia ingin diperlakukan.
Lebih penting lagi, pelajarilah love language nya Karena, tiap cewek punya bahasa kalbunya masing-masing. Pertahankan hal hal yang bisa membuat dia turn on, dan sesekali jahili dia dengan hal hal yang buat dia turn off.
Yo, bicaralah lebih dalam saat deeptalk, supaya kamu tahu hal-hal apa saja yang mengendap "di alam bawah sadarnya" dan kamu bisa mengendalikan pasangan kamu dengan sepenuhnya, mencintaimu, dan tunduk, tanpa menaklukan.
Sepertinya tulisan ini sudah cukup panjang dan selamat menikmati, silakan sharing kalau kalian sukai.
Sekian dan terima kenyataan. Semoga semua makhluk berbahagia.
Komentar
Posting Komentar