inilah alasan kenapa cewek normal kurang menyukai dengan cowok wibu: nggak peka!

Gue ada cerita lucu, dan jujur gue tipikal wibu tahap satu (jarang nonton anime, apalagi ikut event wibu-wibuan. Dan, gak pake PP anime.

Gue rasa salah satu alasannya "cowok wibu" itu kurang disukai cewek normal adalah karena gak peka. Entah gak peka melihat kualitas tampangnya sendiri, atau ngelihat perasaan orang lain.

Jelek itu cuma masalah perspektif.

Sekarang, cantik saja dibully, apalagi ga cantik. Entah akhlaknya, parasnya atau rekeningnya.

Cewek lebih sering dibully karena rupa, daripada cowok (wibu) yang ga sengaja ngebully karena gak peka. Mungkin, karena mereka kebanyakan mainin Magnum saber, daripada hangout ama cewek. Dan, bila kamu wibu ala-ala senpai yang terlalu jujur, biasanya kamu akan diserang pendendam yang tersakiti mulut dzolimmu.

Dulu, ada teman cewek yang jenaka, dan cukup elok. Dia dibully karena giginya tonggos dan banget kayak antrian sembako, yang ibarat kalo ciuman, taringnya bakal nancep di leher lo. Dia merasa gue berandal soleh yang ga pernah bully dia, walau ia sering ledek gue cungkring, gue tetap kalem. Di matanya, gue ini senpai nya gitu.

Dengan santunnya, ala alal cewek polos di Jepang, dia nembak, menuangkan rasanya. Ala ala cewek Tsundere pemalu berkata, "Mas Raden-kun, baru kali ini nemu cowok sesoleh senpai. Mau gak jadi pacarku?"

"Najis!" Singkatku. "Bodo banget lo, naksir gue. Kayak gada cowo lain aja." Jiwa INTP saya keluar. Apa yang dipikir, gak sinkron dengan yang dikatakan. Maksud hati: ngapain pacaran, ngabisin duit. Mending nonton Jojo atau beli komik One Piece."

Dia pun pergi dalam derai. Hatinya berkata, "Lihat, gue bakalan glow up, bikin lo nyesal."

"Lo bercanda, kan?" Speechles. Asli, gue kira bercanda, soalnya tuh cewek hobi ngelawak gitu.

Bagi seorang wibu cupu, jatuh cinta itu aneh. Dan ada cewek nembak itu kayak mukjizat. Di kala mamang Korea sedang merajarela, ada cewek yang naksir, bocah wibu sadboy, paras pas-pasan yg gawenya ngelamunin waifu. Gak make senses.

Karma is real. Gue yang dulu idola kelas, kini lebih mirip mamang2 wibu yang hobi ngelem aibon. Sedangkan dia jadi cewek good looking, idola bapak-bapak yang jumlah follower wow. Inisialnya T aja lah. Bibirnya merah merekah, idungnya simetris, dan bulu matanya lentik. Kalo jalan kayak ayam boiler yang habis disuntik.

Ketika berjumpa lagi, Dia menyindir gue dengan lagu Younglex. "Sekarang lo nyesel, kan."

Dan bener, gue menyesal. Nyesal karena terlalu baik sama dia dulu. Dan bingung juga, kenapa tuh cewek bisa naksir gue. Padahal, nraktir cireng aja, gue gak pernah. Gue pun ninggalin dia, lalu masuk toko buku, mencari harta karun terbesarku.

Well. Secantik apapun kamu, kalo selera si cowo rendah , dia gak kan menyesal, walau kamu jadi secantik #selebgram sekalipun. Apalagi sukanya pacar gepeng doang (2d), dan jarang banget mikirin asmara dan kisah cinta.

Jadi, buat kamu kaum cewek yang nyari cowok ganteng tapi gak terlalu mandang fisik, maka carilah cowok wibu. Apalagi, kalo dia gak sadar bahwa dirinya ganteng. Karena definis ganteng menurutnya kalo sekeren Sabo, sebadass Zoro atau setegar Levi Ackerman.

Kenapa bisa begitu? Soalnya wibu itu aneh,  mau ganteng atau jelek mereka itu punya fetish yang absurd. Sering khayal ke isekai dan bertemu dengan Pujaan hatinya atau ketemu dengan cewek 3D yang sifatnya dengan waifu-nya. Jadi, nggak heran kalau mereka sering dijadikan samsak tinju di masa sekolah. 

Rupa bisa termakan usia, tapi rasa akan selalu ada selama terus dipupuk. Jujur, gue tipe lelaki yang gak terlalu mandang fisik, salah satu quotes gue. "Mendingan jomlo, daripada ditaksir cewek cakep tapi b390."

Dan, karena itulah gue jadi jomlo sampai 28 tahun. 😝

Memang aneh, tapi bagi para lelaki perasa, cantik itu nomor dua. Yang utama itu waras dan suka One Piece. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alwindara : Menjadi seorang penulis dengan ADHD rasanya tuh seperti menolak tua

Burnout: Ketika Jiwamu sudah telalu lelah dan jenuh dengan pekerjaan

Suka Duka Menjadi Manusia yang kurang Good looking by Alwindara