Kisah Kurban Lucu, Dan Kenangan bermain game Harvest Moon
Entah kenapa, Qurban itu identik dengan Arab dan korban itu identik dengan jomlo. Dan, pamanku yang chinese terlihat lebih Arab, daripada saya sendiri. Yang lebih sering jadi kurban perasaan, dan dighosting seperti kambing guling.
Paman saya mualaf. Beliau, usaha sendalnya cukup maju, dan kurban tahun ini. Begitu pun, dengan Emangku yang rezekinya terbuka lebar. Selama kamu mampu, maka berkurban lah. Entah mampu secara financial atau pun perasaan.
Konon, manfaat dari qurban adalah mempelancar rejeki, kecuali kalo dombanya hasil maling. Itu mempelancar nasibmu menuju akherat. Babak belur dipukulin warga.
Kurban itu hari yang menyenangkan dan terlihat menyedihkan bagiku. Jujur, saya ini gak tega bunuh hewan, bahkan serangga. Kecuali, nyamuk yang resek. Kadang kalo lihat sapi nangis, suka berduka. Dan, suka bingung juga kenapa suka ada domba-domna yang lepas syahwatnya sebelum dieksekusi. Pada nungging, nungging saja, padahal yang disembelib kambing jantan semua.
Mungkin, mereka domba perjaka yang tersesat. Ada sih sapi juga.
Mungkin dalam hatinya mereka berkata, "Duh, belum juga dapat Golden milk, udah dikurbanin ajah."
Sapi cewek ngomong, "Aduh, aku padahal lagi dikasih miracle potion, jadinya selamat. Kasian, anakku jadi yatim."
Kasihan banget ya? Tapi, mau gimana lagi. Soalnya, enak banget di sate. Di rendang apalagi. Yang gak enak tuh ditendang sapi.
Yah, berikut ini pahlawan pahlawan berjasa yang telah menuntaskan rasa kelaparan saya tahun ini.
Segian, dan semoga tertular lapar. Dagingnya empuk sekali, emak-emak YouTube memang ahli. Sangat juicy, lumer dimulut, dan mengenyangkan.
Dan, entah mengapa besoknya perutku gendutan, jangan jangan ini efek Miracle potion. Bedanya, mereka beranak, dan saya berak biar enak.
Ya, udah dulu lah. Selamat malam minggu, dan semoga kalian gak jadi Qurban.
Komentar
Posting Komentar